Rabu, 16 November 2016

Viktor Yeimo: Perjuangan Kita Adalah Perjuangan Bangsa Tertindas Melawan Penindas

Victor Yeimo, Aktivis Papua Merdeka, Ilst foto (Dok)
Jayapura, Yalkom-News _ Kita, rakyat Papua, sedang bergerak maju memenangkan perjuangan. Kita baru saja menghantar perjuangan pada tingkat dimana kepentingan kolonialisme dan kapitalisme terancam. Kita tetap pegang kendali perjuangan erat sambil menyadari bahwa kita sedang berhasil. Berhasil mencapai tantangan yang lebih berat untuk mengakhiri penderitaan bangsa kita. Kita tidak perlu resah, apalagi terhasut emosi, terhadap kelompok reaksioner pro kolonialis dan kapitalis yang lahir karena aksi nyata perjuangan kita.

Kita, rakyat Papua, adalah pemilik bangsa. Tuan tanah, selaku korban. Mereka, kaum benalu, adalah tamu yang tidak layak memegang kendali hidup tuan tanah. Mereka adalah korban politik kolonialisme yang telah berhasil dikonvert oleh penguasa Indonesia dalam nasionalisme buta (chauvinis). Kita memiliki identitas kebangsaan yang jelas, dan kita sedang berjuang mempertahankannya.

Provokasi kekerasan dengan terminologi rasis, agamis, dll., adalah ciri khas imperialis-kolonialis. Itu cara lasim yang dilakukan saat rakyat tertindas bangkit mengancam eksistensi mereka. Pastikanlah diri kita, keluarga kita, suku dan bangsa kita tidak termakan dalam provokasi mereka. Pastikan kita tetap berada pada jalur perjuangan, dan terus melangkah maju sambil menolak semua siasat para penindas.

Perjuangan kita bukanlah suatu perlombaan antar pendatang dan pribumi. Perjuangan kita adalah perjuangan rakyat-bangsa tertindas melawan penindas, yakni penguasa kolonial, kapitalis, beserta semua yang sedang menyukseskan (memperkokoh) kepentingannya. Kita berjuang dengan bermartabat untuk mengakhirinya dengan bermartabat.
Salam satu jiwa, untukmu rakyat pejuang!

Copyright ©  Pintas Generasi Papua
Penulis : Victor Yeimo, (Aktivis Papua Merdeka)
Editor; Ndialeck,Jr. 

Masyarakat Papua Jangan Lupa Berdoa Untuk Papua Full Member MSG

Foto: Ist. / by; Potret Anak Melanesia (PaM)
Papua masih kloni artinya tidak ada pemerintahan yang mengatur Papua saat ini. Pemerintahan Indonesia itu ilegal, tidak terbukti secara hukum. Kekerasan yang dihasilkan oleh rezim pemerintahan Indonesia adalah memaksa kehendak orang Papua agar mencintai Indonesia,ibarat cerita  sepasan pria dan wanita tanpa perasaan cinta.

Di tanah Papua kekerasan semakin tumbuh dan meluas,ini terjadi karena semakin banyak manusia Papua sedang sadar dan lawan.alasan Indonesia  inflasi militer di tanah Papua untuk menghenpit gerakan pro merdeka, tapi di Papua tidak ada pro merdeka dan merdeka,yang ada hanya pro merdeka.buktikan saja kepada siapapun orang Papua,mereka berani karena ada darah ideologi dan darah itu akan terus mendidih akan expos diluar kontrol sadar.

Indonesia tunggu kapan anda akan menanggis basah, kami berani berkata demikian karena kami yakin dengan perjuangan kami akan menunjukkan pada titik kemerdekaan, itu kata orang Papua yang melawan. Papua sudah bersatu dalam wada ULMWP. Dengan kerja Tuhan melalui delegasi dari ULMWP, masalah Papua sudah naik pada tingkat pembahasan PBB dan sebentar lagi Papua kembali kepada keluarga rumpun Melanesia.

Tuhan sedang menuntut bangsa Papua, mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, Indonesia siap terima status Papua sebagai full member pada bulan Desember besok. Untuk itu bagi seluruh orang Papua tetap optimis untuk doakan kita punya nasib kedepan. Tuhan Yesus memberkati bangsa Papua beserta isinya, Amin.
 
Writted and Editing by; Ndialeck,Jr. 
Copyright ©  Potret Anak Melanesia (PaM)

Sabtu, 12 November 2016

Trump Menang, Menlu: Indonesia Siapkan Segala Kemungkinan

Presiden AS, Barack Obama bersalaman dengan presiden terpilih Donald Trump di Gedung Putih, Washington, AS, 10 November 2016. AP Photo
Jakarta _ Yalkom News - Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi belum mau mengungkapkan sikap politik luar negeri Indonesia menyusul kemenangan Donald Trump di pemilihan umum Amerika Serikat. Namun, dia mengakui dunia tengah menunggu formulasi kebijakan yang akan ditampilkan Amerika di bawah kepemimpinan Trump.

"Pemilu sudah ada hasil, tapi ada beberapa tahap sampai nanti beliau (Trump) dilantik pada Januari (2017)," ujar Retno seusai rapat terbatas di kantor Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta, Jumat, 11 November 2016.

Selagi menunggu kebijakan Amerika yang menyangkut negara lain, Retno menyebut pihaknya tengah mematangkan rencana, guna merespons segala kemungkinan. "Kami lakukan exercises, jika A maka begini, jika B maka begini, (berdiskusi) dengan pihak think tank, dengan kalangan swasta, dengan semuanya saya lakukan."

Retno enggan berkomentar soal rencana kontroversial Trump, yang sempat diungkapkan dalam masa kampanyenya. Presiden terpilih Amerika ke-45 asal Partai Republik itu berencana melarang warga muslim masuk ke Amerika, hingga membangun tembok perbatasan untuk mencegah masuknya imigran.
"Sekali lagi, kita harus tunggu formulasi kebijakannya. Semuanya saya potretkan segala kemungkinannya, bagaimana nanti kira-kira respons kita," ujar Retno.
 
Ditemui terpisah, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menilai pergeseran kursi kepemimpinan di Amerika tak berpengaruh pada kebijakan pertahanan. Kemenangan Trump oleh beberapa pengamat sempat dinilai bisa meningkatkan tensi keamanan kawasan Asia-Pasifik.
 
"Jangan bawa-bawa hal itu ke sini (Indonesia), jangan bikin kita banyak kerjaan," ujar Ryamizard di kompleks Kemhan, Jakarta Pusat.
 
Menurut dia, belum ada sikap khusus yang harus diambil untuk pengamanan wilayah rawan konflik, seperti Laut Cina Selatan. "Kita biasa-biasa saja," katanya. Ndialeck,Jr.

Jumat, 11 November 2016

Anggota Polres Nabire Bekuk Empat Pengedar Ganja


Foto Barang bukti 28 bungkus ganja kering yang berhasil disita anggota Polres Nabire / Foto; Kompas

Nabire, Yalkom News - Aparat kepolisian berhasil membekuk empat pengedar narkoba jenis ganja di sejumlah lokasi di Nabire, Papua, pada Sabtu (12/11/2016) dini hari. Inisial empat tersangka adalah YY, FY, NYM RL.

Penangkapan pertama atas tersangka YY dilakukan di Pelabuhan Laut Nabire oleh aparat Polsubsektor Kawasan Pelabuhan Nabire pada pukul 00.15 WIT. YY adalah salah satu penumpang Kapal Motor Gunung Dempo yang bersandar di pelabuhan pada waktu itu.

Penangkapan dipimpin Kepala Polisi Sub Sektor Kawasan Pelabuhan Laut Nabire, Ipda Abdul Razak.

Dari hasil pemeriksaan, aparat menemukan 28 paket ganja kering yang berukuran besar dan dua unit telepon seluler.

Pada pukul 00.30 WIT, YY langsung dibawa aparat ke Polres Nabire untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Dari hasil pengembangan, aparat berhasil mengetahui identitas tiga rekan YY yang diduga turut mengedarkan ganja di Nabire, yakni FY, NYM, dan RL. Tanpa memberikan pelawanan, ketiganya langsung ditangkap aparat di depan Gereja Maranatha di Jalan RE Martadinata pada pukul 02.30 WIT.
Kapolres Nabire AKBP Semmy Ronny Thabaa ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan atas empat tersangka yang diduga sebagai pengedar ganja.

“Dari hasil pemeriksaan telepon seluler milik tersangka berinisial YY, penyidik menemukan pesan yang dikirim oknum yang diduga pemilik 28 bungkus ganja tersebut,” kata Semmy.

Ia menambahkan, empat tersangka telah ditahan di Rumah Tahanan Polres Nabire.
 
“Saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan untuk mengungkap jaringan di balik peredaran ganja di Nabire,” tambah Semmy. (Ndialeck,Jr)

Wakil Presiden Dukung Polisi Tahan Anggota HMI, Ini Alasannya

Massa demonstran melintasi mobil polisi saat terlibat bentrok dengan pihak kepolisian saat berdemo di depan Istana Negara, Jakarta, 4 November 2016. Sedikitnya tiga mobil polisi hangus terbakar. TEMPO/Subekti
Jakarta _ Yalkom News - Wakil Presiden Jusuf Kalla mendukung proses hukum terhadap lima anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang saat ini ditahan kepolisian. Penahanan itu dilakukan karena lima anggota HMI tersebut diduga sebagai pemicu kericuhan dalam unjuk rasa 4 November lalu.

"Kalau ada bukti yang memberatkan, tentu HMI siap diproses, selama ada bukti-bukti yang betul menguatkan," kata Kalla, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat, 11 November 2016.

Kalla yang pernah jadi Ketua HMI ini mengatakan tahu betul soal organisasi HMI. Namun, dia percaya polisi bisa menyelesaikan masalah ini sesuai dengan hukum yang berlaku.

Sebelumnya, polisi menetapkan lima anggota HMI, yaitu Ismail Ibrahim, 23 tahun, Ami Jaya Halim (31), Ramadhan Reubun (34), Muhammad Rijal Berkat (26), dan Rahmat Muni (33). Polisi mengenakan Pasal 214 juncto Pasal 212 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana karena diduga melawan petugas saat unjuk rasa 4 November 2016. Mereka diancam hukuman tujuh tahun penjara. 

Kericuhan dalam unjuk rasa 4 November terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu, ribuan pengunjuk rasa menuntut pemerintah memproses hukum gubernur nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atas dugaan penistaan agama.

Sesuai aturan, pukul 18.00, massa seharusnya membubarkan diri. Namun, massa HMI justru membuka blokade jalan menuju depan Istana Negara. Kericuhan pun terjadi sehingga polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa pengunjuk rasa. Ndialeck,Jr.

Kamis, 10 November 2016

Alasan ini Gambar Pahlawan Nasional Asal Papua Frans Kaisiepo pada Pecahan 10.000 Rupiah

Foto : Ist
Kota Jayapura _ Yalkom News – Gambar Pahlawan Nasional Indonesia asal Papua, Frans Kaisiepo tercantum pada bagian depan uang rupiah kertas NKRI dengan pecahan 10.000. Peluncuran uang NKRI dengan desain baru ini akan dilakasanakan Desember 2016 nanti.

Menurut Kepala Bank Indonesia Perwakilan Papua, Joko Supratikto, khusus pahlawan nasional asal Papua, Frans Kaisiepo, karena merupakan mantan Gubenur Papua dan juga pejuang Pepera saat bergabungnya Papua ke dalam NKRI.

“Sehingga, Frans Kaisiepo pada uang 10.000 dengan alasan karena uang 10.000 merupakan uang yang paling bayak digunakan transaksi, khususnya Papua dengan harapan semakin banyak orang mengenal pahlawan dari Papua,” jelas Joko kepada wartawan di Kota Jayapura, Kamis, 10 November 2016.
Menurut Joko, selain Frans Kaisiepo, ada 10 pahlawan lainnya dari seluruh Indonesia yang dicantum dalam berbagai nominal uang rupiah yang akan dikeluarkan.

Masuknya 11 pahlawan nasional dalam berbagai nominal uang NKRI yang akan dikeluarkan ini, kata Joko, berdasarkan koordinasi antara Bank Indonesia dengan pihak pemerintah.

“Koordinasinya itu dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Sosial, Sekretaris Kabinet, Kementerian Hukum dan HAM. Juga ada persetujuan keluarga masing-masing pahlawan yang dimaksud. Yang penting persetujuan ahli waris,” kata Joko.

Bank Indonesia akan mengeluarkan tujuh pecahan uang rupiah kertas dan empat pecahan uang logam dengan gambar pahlawan yang berbeda dari seluruh Indonesia.

Dilakukannya desain baru mata uang ini untuk penyegaran dan salah satu upaya pencegahan pemalsuan uang. “Dengan harapan tak ada lagi yang meniru. Sebab dengan menambah pengamanan baru, uang itu semakin susah ditiru orang,” jelas Joko.***(GN,Jr)